Kaidah Kalimat Efektif: Mengapa Pemborosan Kata Melemahkan Tulisan?
Dalam penulisan naskah formal, skripsi, maupun artikel opini, banyak penulis merasa bahwa semakin panjang dan berbunga-bunga suatu kalimat, tulisan akan terkesan semakin ilmiah atau berwibawa. Pada kenyataannya, kebiasaan ini justru menciptakan kalimat rancu dan bertele-tele.
Gabungan kata seperti "adalah merupakan", "dalam rangka untuk", atau "sangat indah sekali" tidak memberi nilai tambah pada isi gagasan. Pembaca dipaksa menghabiskan energi kognitif untuk memilah kata-kata pengisi sebelum akhirnya menemukan inti pesan yang sesungguhnya.
Daftar Pleonasme & Kata Mubazir Populer di Indonesia
| Frasa Mubazir | Bentuk Baku & Ringkas | Penjelasan Kaidah |
|---|---|---|
| adalah merupakan | adalah / merupakan | Kedua kata ini adalah kopula sinonim; pilih salah satu. |
| agar supaya | agar / supaya | Kata penghubung tujuan kembar; gunakan salah satu saja. |
| demi untuk | demi / untuk | Preposisi mubazir yang saling menindih fungsi. |
| sangat ... sekali | sangat ... / ... sekali | Superlatif ganda berlebihan; cukup satu penguat derajat. |
| dalam rangka untuk | untuk | Pemborosan kata klise; dapat diringkas menjadi satu kata. |